KURIKULUM MERDEKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

Pergantian kurikulum adalah suatu keniscayaan dalam rangka mengikuti perkembangan dan perubahan. Harapannya, Kurikulum Merdeka ini bisa mengisi ruang kekosongan sekaligus solusi karena dampak pandemik Covid sejak tahun 2020. 

Dalam pemulihan pembelajaran di masa pandemik sekarang, sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan dipilih.

Pilihan pertama sekolah menerapkan Kurikulum 2013 secara penuh, pilihan kedua melaksanakan kurikulum darurat yakni kurikulum 2013 yang disederhanakan, atau siap melakukan pilihan ketiga yakni mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka,  adalah kurikulum yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sejak tahun ajaran 2021/2022. Tercatat 2500 sekolah penggerak yang melakukan uji coba implementasi Kurikulum Merdeka.

Keunggulan kurikulum ini pertama lebih sederhana dan mendalam karena fokus pada materi yang esensial dan pengembangan konpetensi peserta didik pada fasenya sehingga belajar lebih mendalam, tidak terburu-buru dan menyenangkan. Kedua, siswa, guru maupun sekolah lebih merdeka.

Kurikulum Merdeka dari sisi aspek siswa. Siswa merdeka dalam belajar karena sesuai minat, bakat, dan aspirasinya karena tidak ada program peminatan. Guru juga menjadi lebih merdeka dalam mengajar karena sesuai tahapan dan perkembangan siswa dan sekolah lebih merdeka, karena memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Bagaimana keterkaitan mata pelajaran pendidikan agama dalam kurikulum merdeka ini.

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada kelas dengan Fase A ( kelas 1 dan 2), Fase B (kelas 3 dan 4) dan Fase C (kelas 5 dan 6) masing-masing mendapatkan 3 jam pelajaran selama seminggu, di mana pada tiap-tiap fase akan ditentukan capaian-capaian pembelajaran. Misalnya, pada akhir Fase A, pada elemen pembelajaran Al-Qur’an-Hadis, capaian pembelajarannya adalah peserta didik dapat mengenal huruf hijaiah dan harakatnya, huruf hijaiah bersambung, dan mampu membaca surah-surah pendek Al-Qur’an dengan baik.